AGAMA

Pelayanan Prima, Seksi PHU Lakukan Perekaman Biometrik Calon Jamaah Haji 2023

JABAROKE.COM– Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang melalui Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh melakukan perekaman biometrik bagi calon jamaah haji Asal Kabupaten Subang selama 10 hari di 10 Kecamatan berbeda sejak Sabtu, 25 Maret 2023 hingga 3 April 2023.

H. Rojak, S.Ag., M.Si Kepala Seksi PHU Kankemenag Subang, dalam perekaman biometrik hari terakhir di KUA Pagaden Barat menjelaskan bahwa jamaah calon haji harus melengkapi sejumlah syarat dan dokumen untuk proses penerbitan visa haji, salah satunya rekam biometrik yang sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Saudi Visa Bio. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan perekaman biometrik jemaah haji melalui Aplikasi Saudi Bio Visa ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Dirjen PHU Kemenag RI perihal persiapan Teknis Perekaman Biometrik jemaah haji via Aplikasi Saudi Visa Bio.

”Adapun tujuan perekaman data Biometrik jemaah haji adalah untuk kemudahan dan keamanan Jamaah, mulai dari pemberangkatan hingga kepulangan. Rekam biometrik merupakan syarat penerbitan visa haji. Jamaah yang belum melakukan perekaman biometriknya via aplikasi Saudi Visa Bio, akan terkonfirmasi pada sistem MoFA saat dilakukan proses Fill Mofa Form atau FMF” Terang Kasi Haji.

Perekaman data biometrik dilakukan dengan menggunakan smartphone yang dapat mendukung aplikasi Saudi Visa Bio, untuk memberikan pelayanan prima, Seksi PHU menggunakan dua buah smartphone keluaran terbaru sehingga dalam prosesnya tidak lemot.

”Salah satu bentuk pelayanan prima dan paripurna yang bisa kita berikan ke calon jamaah adalah dengan memberikan fasilitas layanan yang bisa cepat, anti lemot, di dukung pula dengan jaringan yang baik. Jadi seksi PHU membeli dua smartphone untuk mendukung kelancaran proses perekaman biometrik ini.” Jelas Kasi PHU.

Dalam proses perekaman biometrik ini, tidak banyak kegagalan yang terjadi, biasanya kegagalan perekaman terjadi karena garis-garis pada sidik jari mulai berubah akibat pekerjaan sehari-hari yang dilakukan oleh calon jamaah.

”Kegagalan perekaman biometrik kurang dari 5%, kalau memang sudah dicoba berkali-kali namun tetap gagal, nantinya kita meminta surat keterangan secara medis.” Jelas H. Rojak.(RLS)

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.